...Setiap manusia
berhak untuk..
mendapat kesempatan kedua...

Mungkin ini tujuan acara sekolah Petra 13 mengadakan acara kunjungan ke Panti Asuhan,Jumat 3 Juni 2011. Dari 15 kelas (kelas 1 sampai 5, masing masing A,B,C), masing masing dipilih 1 murid untuk mewakili. Pemilihannya berdasarkan lotre sekitar tiga minggu sebelumnya. Dan untuk kelas 1B, Cinta yang beruntung mendapatkan kesempatan ini.
Sejak hari dia tahu terpilih mewakili teman teman sekelasnya, Cinta sudah heboh banget. Dia sudah memberi list kepada saya apa yang harus dibeli dan akan dibawa. Beberapa temannya sudah menitipkan kartu kartu buatan sendiri untuk disampaikan ke anak anak di panti. Setiap hari Cinta nanyain tanggal...terussss...sampai H-4, baru ada pengumuman dari Kepala Sekolah, bahwa yang harus dibawa oleh anak anak adalah susu formula S26, Pampers, minyak telon, minyak kayu putih dan tissue basah. Susu jenis lain tidak boleh. Hmmm...saya langsung berpikir, ini bukan panti asuhan anak yatim piatu biasa.
Satu lagi permintaan Cinta adalah saya ikut dalam kunjungan ini, karena kata Mam Nunung, kepala sekolahnya, orangtua boleh ikut. Sebenarnya agak agak susah buat saya meninggalkan kantor, karena pekerjaan yang banyak, tapi karena Cinta sampai ber'please, Mamie...please ikut", akhirnya saya minta ijin cuti setengah hari kepada atasan saya, dan sungguh beliau adalah atasan yang bijak, saya diijinkan.
Hari Jumat pagi, seperti biasa, Cinta masuk sekolah jam 6:45 jadi di drop dulu. Saya menyusul sekitar jam 8 pagi. Dan mereka belum berangkat karena ada orang tua salah satu murid yang mobilnya akan dipakai untuk mengangkut anak anak belum datang. Baru sekitar jam 8:30 kami berombongan berangkat.
Panti Asuhan Pondok Hayat namanya, terletak di jalan Dukuh Kupang. Ternyata tidak banyak anak di sana... Pada saat kami datang, hanya sekitar 8 batita yang ikut menyambut bersama para pengasuhnya. Semuanya ganteng ganteng dan montok...hanya ada 1 anak perempuan cantik dengan cacat bawaan di mata.
Murid, guru dan anak anak Panti menyanyi dan berdoa bersama. Tapi, tidak ada pesan pesan dari Guru ataupun Pengasuh Panti yang khusus untuk murid, kecuali ucapan terimakasih. Nggak nyalahin juga sih...mosok mau bilang "anak anak (Petra) kalian beruntung punya keluarga, sedangkan adik adik di sini enggak..." lak ya bikin tersinggung :D
Dan ternyata benar seperti dugaan saya, Panti Asuhan ini bukan Panti biasa. Di sana ditampung juga ibu ibu yang kondisi sebenarnya belum siap untuk menjadi ibu. Detailnya tidak perlu saya share di sini... Tapi saya secara pribadi salut pada pendiri Panti Asuhan ini, lepas dari pro dan kontra, dan patut diacungi jempol. Karena di sini, ada harapan hidup untuk bayi bayi yang tidak diharapkan.
Setelah selesai dengan acara di lantai 1, kami diajak melihat bayi bayi di lantai dua. Ada 1 kamar dengan 4 box, dan 4 bayi lucu....dan 1 kamar lagi khusus untuk bayi bayi yang baru lahir. Ada 5 bayi merah di sana. Cinta seneng banget lihat kamar yang ini, walaupun hanya boleh lihat dari luar...
Ketika kami sedang berkunjung, ibu ibu di sana sedang persiapan untuk acara kebaktian pembinaan iman...jadi kami nggak bisa berlama lama.
Setelah dari Panti, Cinta dan teman temannya yang ikut mobil kami, di drop lagi ke sekolah untuk menyelesaikan pelajaran. Waktu pulang, saya ikutan jemput. Sempat ketemu Mamnya...Mamnya bilang, alasan Panti minta susu harus S26 adalah untuk memberikan yang terbaik bagi anak anak yang kurang beruntung itu. Mereka sudah disia siakan sejak dalam kandungan, karena itu Panti berusaha memberi keseimbangan dengan nutrisi dan perlakuan yang lebih baik. Good point of view...
Sepulang dari Panti, sampai malam Cinta masih membicarakan acara pagi itu. Dan satu kalimat yang membuat saya terharu dan bersyukur saya ikut dengannya ke Panti. "Untung tadi Mamie ikut ke Panti ya...kalau enggak kan Niek repot harus nyritain ke Mamie 'gimana lucunya adik adik bayinya tadi". Ternyata "bercerita" kepada Mamie really matters to her...**ketjup..ketjup anak sendiri**



0 comments:
Poskan Komentar