BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 26 Mei 2011

The Grown Up...

cinta

Hari hari ini Cinta sedang menjalani UAS (Ulangan Akhir Semester). Sebentar lagi naik kelas 2. Selama 2 minggu, setiap hari ada ulangan. Puji Tuhan hasilnya sangat memuaskan. Beberapa mata pelajaran penting dapat 10. Bukan tanpa usaha. Setiap siang sepulang sekolah dan sore sampai malam kami paksa dia belajar materi ulangan untuk esok hari. Biarpun kalau sudah ngantuk jadi gampang ngambeg kalau ditebakin.. :D

Banyak perkembangannya. Makin hari makin tegas menyampaikan pendapat dan keinginannya. Kadang keras kepala, kadang lembut hatinya.

Makannya masih tidak terlalu pintar. Masih pilih pilih. Favoritenya adalah ayam goreng AW (sayap, tapi seringnya hanya tepung dan sedikit dagingnya saja yang dimakan), gule kambing (kuahnya aja), soto ayam homemade yang ayamnya hanya sayap dan kepala, sup campur berisi sosis, bakso, wortel dan telur puyuh, nugget, mienya Jesselyn (Jesselyn adalah teman sekolah Cinta, Mamanya jualan mie Abun, dan Cinta seneng sekali), bebek goreng Palupi bagian leher, Indomie goreng...dan yang terakhir udang goreng remuk.

Udang Goreng Remuk ini adalah udang yang dikupas bersih, dicuci, lalu dihaluskan - bisa diulek atau dicincang, dibumbui dengan kecap asin dan gula pasir sedikit, marinate selama kurang lebih 1 jam, lalu digoreng dengan tepung bumbu. Setelah digoreng, kan bentuknya nggembel tuh, masih dicincang lagi sampai lembut banget, trus digoreng lagi dengan api super kecil. Dulu dia suka kalau crispy, beberapa hari ini sudah bisa menerima kalau udangnya tidak crispy dan cincangannya tidak perlu terlalu kecil lagi. Kalau makan dengan lauk ini,bisa nambah nasi sampai 3 kali lho, apalagi kalau pulang sekolah. Karena itu, walaupun proses memasaknya bikin saya keringatan dan digigitin nyamuk di dapur saking lamanya, saya tulus iklas rela asal dia pinter maemnya :D

Beberapa bulan yang lalu, sempat berhenti minum susu. Dia hanya mau susu Bendera coklat tapi kudu dingin. Itu juga kalau lagi kepengen, kalau nggak, bisa beberapa hari tanpa susu. Tapi sejak bulan ini, saya cobakan Pediasure rasa madu, ternyata dia mau. Kalau camilan, masih tetap seperti dulu, semua yang berasa coklat pasti masuk, termasuk puding coklat dan ice cream coklat. Keripik keripik juga suka. Pisang hanya pisang emas. Durian mau, tapi nggak terlalu banyak. Kelengkeng banyak, cuma suka muncul keinginan makan kelengkeng pada saat yang tidak tepat. Belum musim sudah minta, walaupun muter seluruh Surabaya ya nggak ada...dikasih yang kalengan nggak mau.. :D

Bakatnya yang terlihat jelas adalah menggambar. Cinta bisa mem-visualisasi-kan apa yang dipikirkannya. Tapi kadang kalau dia lagi manja, saya disuruh nggambarin sesuatu. Nah kalau hal ini terjadi pasti berakhir ricuh, karena saya nggak bisa nggambar sesuai keinginannya. Berapa kali saya coba,bahkan sampai njiplak, tetep nggak sesuai,trus dia ngambeg, datang ke bapaknya sambil mewek. Akhirnya Bapaknya yang menggambar, anehnya kalau Bapaknya yang nggambarin, biar kata nggak sama dengan yang diinginkan Cinta, tapi dia santai santai aja, nggak protes...

Tidur, tetap malam, paling cepet jam 22:30. Bangun pagi, kadang susah, kadang mudah, tergantung berita apa yang saya bawa pagi itu untuk menggugah minatnya untuk bangun. Kadang saya bangunkan sambil saya bisikin tentang kelucuan hamsternya, atau ada tikus yang tertangkap perangkap, atau..apa sajalah yang membuat dia penasaran. Tapi kalau beritanya diulang lebih dari dua kali, dia sudah tidak respond :D

Ajaibnya kalau yang membangunkan Bapaknya, baru dibilang "Niek,ayo bangun...", eh, langsung buka mata, nggak berani merem lagi dan cepat cepat masuk ke kamar mandi. Ck..ck..ck.. !

Mainannya sekarang Prince of Persia versi baru di computer, duet dengan bapaknya dan game game di BB. Bacaannya mulai bervariasi, dari komik Kobo Chan dan Otoboke koleksi saya, buku buku pengetahuan tentang hewan dan majalah Barbie. Film yang lagi disukai adalah Rio, cerita tentang burung Macaw yang sehari bisa sampai 3 kali ditonton, sampai hapal setiap gerakan dan gaya si Blue.

Satu yang saya bangga adalah sifatnya yang selalu jujur dan mulai berani menunjukkan keberanian melawan kalau di'kerjain' oleh teman temannya.

Di sekolah, beberapa temannya sudah punya budaya mencontek. Tapi Cinta tidak mau mencontek dan tidak mau dicontek. Kami selalu menekankan, sebagai orang tua, kami lebih bangga Cinta dapat nilai jelek tapi tidak mencontek daripada nilai bagus tapi ngintip jawaban teman kalau sedang ulangan. Dan ini rupanya meresap dalam hatinya.

Setiap kali dia melakukan kesalahan, tanpa dipaksa Cinta pasti cerita. Dan saya tentu saja harus menghargai kejujurannya, saya tidak pernah memarahinya karena melakukan kesalahan. Saya hanya menasehati pelan pelan. Dan saya yakin nasehat yang lembut pasti lebih bertahan dalam hati dan pikiran anak daripada amarah yang meledak ledak apalagi hukuman fisik.

Suatu hari, Cinta cerita kalau berantem dengan salah satu teman ceweknya. Gara gara si teman ini suka iseng merusakkan barang barang teman yang lain termasuk barang Cinta. Isi pensil mekanik Cinta dipatah patahkan sampai kecil. Saya bilang, kalau besok dipatahin lagi, jangan diam saja. Kalau diam saja, Niek yang Mamie marahin lho.

Beneran...besoknya gantian penghapus pensil Cinta dipotong potong sampai kecil. Padahal penghapusnya masih baru. Si Genduk Cilik marah. Dia bilang "Kenapa kamu suka ngerusakin barangku? Emangnya kamu mau barangmu aku rusakin?" *sampai sekarang Cinta hanya bilang "aku-kamu" kalau bicara dengan teman teman sebayanya, pada boneka dan binatang peliharaannya saja*

Si teman cuma ketawa ketawa aja. Cinta nggak ngasih ancaman kosong. Dia ambil rautan si teman, lalu dibawa ke depan kelas dan dibuang di tempat sampah. Klotak ! Temannya cemberut, tapi nggak mau ngambil. Cinta masih nambahin "Hmm..nggak enak kan? Makanya jangan suka ngerusakin barangku !".

Pulang sekolah, waktu dijemput Mamanya, si teman ini cerita kalau rautannya dibuang di tempat sampah oleh Cinta. Mamanya marah, tapi marahnya ke anaknya sendiri karena nggak mau ngambil, lalu Mamanya sambil mengomel,menggeret anaknya masuk ke kelas lagi dan mereka berdua mengais ngais tempat sampah nyariin rautan. Ini yang cerita Bapaknya Cinta..hehehe..sedangkan Cinta kayaknya agak ketakutan. Sore waktu dia cerita ke saya, saya bilang "Nggak usah takut, kalau besok Mamanya marah ke Niek, ceritakan saja yang sebenarnya terjadi". Ternyata besok dan besok dan besoknya lagi si Mama nggak menegur Cinta. Tapi si anak...tetep aja nakal :D

Satu lagi yang unik, beberapa bulan terakhir ini Cinta suka banget pakai daster saya atau kaos rumah Bapaknya...gedombrangan sih, tapi kata Cinta, nyaman dan adem...hmmm....

Udah, segini dulu ya....capek ngetiknya... :D

2 comments:

ikha mengatakan...

mbak cinta kan suka banget nggambar..... coba deh diliat gambar yg sering dibikin kebanyakan balerina........
dulu waktu kuliah di psikologi gambaran seseorang yang sering dibuat sampai detail itu biasanya keinginan Id dari seseorang.....
coba deh mbak si cinta di les-in balet....

Keluarga Cinta mengatakan...

@Ikha :

bener banget...memang dia sempat pengen belajar balet. Dan sudah pernah aku ikutkan trial di dekat rumah. Sayangnya kami nggak cocok sama cara gurunya ngajar. Selama ngajar main BB terus, judes dan ngomongnya kasar, muridnya salah, langsung diteriakin "NGAWUR..bla.. bla..bla.. !!". Waduh...gak wis, suwunnn, pikirku. Yang ada, jago balet enggak, malah kulakan omongan kasar. Sekarang lagi mau les nggambar, tapi selama liburan, gurunya juga libur :)

suwun perhatianmu, cah ayu..