BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 15 November 2010

Si tujuh tahun itu....


Di usianya  yang ke tujuh sekarang, Cinta 'sudah' (atau 'baru' ya?) kehilangan 2 gigi susunya.

Yang pertama tanggal dulu adalah gigi atas dan sampai sekarang belum muncul gigi penggantinya. Yang kedua, gigi bawah. Goyangnya sudah sekitar 2 minggu sebelum dia ultah. Makin hari goyangnya makin Inul. Kesenggol dikit sakit, gosok gigi jadi sering marah marah dan repotnya lagi, maemnya susah. Kalau lagi kumat sakitnya, terpaksa maem Indomie goreng dan itupun mienya harus dikremes sampai kecilll banget, trus maemnya pakai sendok yang kecil juga, pokoknya jangan sampai nyenggol si Inul, atau si Genduk Cilik bakalan mogok makan. Anehnya kalau maem di McD, walaupun suapannya besar besar, nggak sakit :). Minum susu sudah sama sekali nggak mau pakai botol, karena pasti kena.

Menjelang ultah, saya rayu dia supaya mau ke dokter karena posisi gigi sudah tinggal se'crit' banget nempel di gusinya. Cinta, karena sudah terlanjur tahu sakitnya gigi goyang, nggak mau. Rayuan kedua, kalau mau dicabut giginya, kado ultahnya boleh dibuka sekarang (H-3). Nggak mempan. Rayuan berikutnya, H-2, kalau mau giginya dicabut, diajak ke mall, milih sendiri hadiah tambahan selain hadiah yang sudah kami siapkan. Nggak berhasil. Ke mallnya mau (dan berakibat saya kecopetan Blackberry kapan hari :D), tapi giginya nggak mau dicabut.

H-1, saya jadi tidak sabar. Waktu dia tidur malam, saya buka sedikit bibir bawahnya. Dengan cutton bud, saya dorong giginya ke dalam. Terdengar bunyi 'krek' pelan dan keluar sedikit darahnya. Saya pikir sudah lepas. Karena takut tertelan, saya bangunkan dia. Cinta yang lagi nyenyak tidur, marah lalu menangis waktu saya suruh kumur dan air kumurnya sedikit berwarna merah karena darah. Saya cari cari, dan saya intip...ternyata belum lepas juga giginya. Whoaaaaaa...... Akhirnya sepanjang sisa malam dia tidur dalam pelukan saya dengan bibir terkatup rapat, karena masih kesal, dan saya diomeli Bapaknya yang merasa nggak tega anak kesayangannya kesakitan tengah malam :)

Pagi harinya, bangun tidur masih ngambek. Mandi, gosok gigi a la kadarnya trus dandan. Sebelum ganti baju saya suruh mengaca dan melihat posisi giginya. Bener bener tinggal 0,5 mili nempelnya di gusi. Sudah doyong sana sini. Trus saya bilang, kalau nggak dilepas sekalian sekarang, ntar kalau di sekolah,waktu lari lari lepas malah repot. Ntar nggak ada air buat kumur kalau keluar darahnya. Cinta keukeuh, katanya kan ada bekal air minum, bisa kumur pakai itu.

Saya ngotot juga, kalau ketelan bagaimana (padahal ya nggak mungkin toh bisa ketelan, kan nggak tidur)? Akhirnya setelah adu argumentasi cukup panjang, dia menyerah. Dia bilang 'boleh, tapi nggak mau sakit'. Sayapun dengan senang hati mengambil tissue dan mencabut giginya. Nggak sampai setengah menit dan lepaslah si biang kerok itu....setelah kumur, dia tertawa tawa, katanya 'Mamie benar, ternyata nggak sakit sama sekali ya'. Haiyaaaahhh....

Pelajaran yang saya tarik : next time kalau giginya sudah goyang dikit, bawa ke dokter gigi aja..bereesss...




Perkembangan lain adalah hobbynya. Dia sudah nggak suka lagi  main boneka. Dalam beberapa bulan terakhir, Barbie Barbienya sudah masuk kotak tanpa pernah dirindukan lagi.

Gantinya,dia makin suka baca dan bikin kerajinan tangan. Kalau baca, kami rutin ke toko buku sebulan minimal 1 kali dan Cinta bebas memilih buku yang disukainya dengan syarat bener bener dibaca. Jadi sebelum memutuskan mana yang dia beli, dia baca dulu di toko (kadang sampai duduk lesehan dan konsentrasi banget). Dan nggak boleh lagi beli buku buku cerita yang berstiker. Harganya rata rata mahal, dan hanya dibaca 1 kali, begitu sticker habis ditempelkan, buku masuk lemari, nggak ada daya tariknya lagi. Ck...

Selain itu di sekolah hobby positif Cinta ini disupport oleh perpustakaan sekolah yang menyediakan berbagai macam buku bacaan anak. Seminggu 2 kali boleh pinjam dari perpus. Dan favorit Cinta adalah buku buku yang berhubungan dengan pengetahuan terbitan Tiga Serangkai dan Erlangga. Kadang kalau lagi rajin, dia baca sendiri, kalau lagi males, Maknya yang jadi tukang bacanya...

Sedangkan untuk pembuatan prakarya,kayaknya anak saya ini berbakat jadi 'penyusuh' seperti saya:D. Dia menyimpan apa saja yang ditemukan. Kotak kosong, bungkus buah yang berbentuk jaring dari supermarket, segala macam botol kosong,kertas kado bekas, bekas tempat yoghurt, pokoknya semua barang nggak boleh dibuang dengan alasan 'mau Niek pakai untuk 'mbuat mbuat'(istilahnya untuk bikin kerajinan tangan). Alat alat baking saya juga jadi korbannya, yang sering adalah pita, paper cup, aluminium cup dan aluminium foil gulung yang diuntir untir jadi mahkota seperti ini.



Dan di rumah harus selalu ada stok kertas buffalo,kertas lipat, sedotan plastik berbagai ukuran, monte, isolasi, stiker, segala macam lem,termasuk lem alteco yang kalau netes di sprei bikin saya nelongso, karena pasti nggak bisa dibersihkan - dan segala pernak pernik prakarya yang bisa dia sebutkan.

Setiap sore waktu menjemput saya, dia bawakan sesuatu hasil kerjanya hari itu sebelum tidur siang. Walaupun cuma isolasi yang dibentuk bola (bayangkan,  1 gulung isolasi kecil, diputer puter sampai jadi bola  !) lalu diluarnya diberi glitter. Begitu juga dengan lem uhu cair yang dituang trus digosong gosok dan dibentuk bulat, trus dicemplungin ke glitter. Mau dilarang dengan alasan boros isolasi dan lem kok ya nggak tega...bagaimanapun itu adalah hasil 'kerja kerasnya', jadi walaupun sambil dalam hati mikir 'apa ada lem cair yang harganya lebih murah dari UHU' saya apresiasi juga pemberiannya yang penuh cinta, dan itu sudah membuatnya berseri seri.

Karena dia lihat Mamienya "suka" dibikinin bola bergliter dari isolasi dan lem UHU, giliran berikutnya mbak Yanti yang dibikinin....sambil mbak Yantinya bengong mau diapakan barang - yang waktu diberikan sambil disisipi pesan, "simpen baik baik, jangan sampai hilang ya, Mbak !' - ini.

Kadang dia juga membuatkan sekat buku untuk teman dekat di sekolahnya dan mendapatkan pujian dari mereka, lalu temen yang lainnya ikutan pesan yang makin membuatnya melayang dan bersemangat untuk bikin lagi :D



Nggak papa, kami senang dia bikin beginian walaupun mengotori rumah dan kamar sehingga sehari bisa dibersihkan lebih dari 3 atau 4 kali daripada main video game atau mainan mainan canggih lainnya yang menurut saya kurang mengembangkan imaginasi anak :)

bunga...

 sepatu dari tas kresek...perhatikan, ada 'lidah'sepatunya juga :D


hiasan handle pintu...

1 comments:

Shirley mengatakan...

Ya ampun kreatif ya.

Aku jadi merasa bersalah. Naomi juga suka bikin2 begitu tapi maknya cerewet banget kalo pita dan selotip dan gunting dan jepretan dan kawat pluntir dan plakban kertasnya lenyap. Di Paiton nggak ada toko yang lengkap jadi sekali hilang harus nunggu ke Probolinggo dulu.